Minggu, 20 Maret 2016

Kalimantan Utara - Bulungan Tanjung Selor

Kali ini saya akan mengunjungi Provinsi baru yang berada di Utara Kalimantan, yang sebelumnya menjadi satu dengan Provinsi Kalimantan Timur yaitu Proinsi Kalimantan Utara. Sebenarnya tujuan perjalanan kali ini meliputi Tanjung Selor - Malinau - Batas Negara (Sei Ular) - Pulau Nunukan - Pulau Sebatik dan Pulau Tarakan, tapi saya akan menulis dimulai dari Tanjung Selor dulu saja.

Perjalanan dari Semarang 3 Desember 2015 pukul 07.00 WIB, kurang lebih 2 jam sampai di Balikpapan, transit kurang lebih 4 jam, penerbangan dilanjutkan pukul 16.00 sore WITA menuju ke Pulau Tarakan. Karena hari sudah petang, saya menginap semalam untuk keesokan paginya menempuh jalur laut dengan menggunakan speed boat.

Esok hari Jumat 04 Desember 2015 pukul 07.00 WITA, segera bergegas menuju dermaga pelabuhan Tarakan. Dengan menggunakan transportasi speed boat, saya melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Selor. Kurang lebih 3 jam perjalanan laut saya tempuh menuju Tanjung Selor, pukul 11.30 WITA.

Menunggu speed boat (Terminal keberangkatan) Pelabuhan Tarakan

Suasana dalam ruang speed boat


Kapasitas mesin speed boat 3 x 250

Pukul 11.30 WITA speed tiba di Tanjung Selor. Disini kami melakukan persiapan diantaranya mencari mobil rental plus driver untuk perjalanan darat menuju Tana Tidung, Malinau, Semanggaris hingga Sei Ular, mempersiapkan rute dan pastinya bermalam di Tanjung Selor, disini kami menginap di hotel B'Lien yang terletak di tengah kota sekaligus di pinggir Sungai Bulungan yang lebar. Setelah berkoordinasi dengan rekan-rekan yang ada di Kab. Bulungan, semua persiapan sudah ok dan rencananya esok hari kami akan melakukan long trip.

Penginapan B'Lien Tanjung Selor Kab. Bulungan

Bersama dengan om Wawan (sekota dengan saya dari Semarang), Pak Darmawan (Tj Selor), dan driver sekaligus pemilik mobil Xenia (mas Dedy), kami start dr Tj Selor pukul 07.00 waktu setempat. Sebelum memulai perjalanan, kami diwajibkan untuk mengisi full tank bahan bakar premium. Mas Dedy memutar mobil untuk membeli bahan bakar di pom bensin satu-satunya di Tj Selor, masih pagi belum jam 08.00, premium bersubsidi sudah habis, terpaksa kami membeli premium di toko eceran premium pinggir jalan dengan harga selisih yang cukup lumayan.

Kurang lebih 231 Km akan kami tempuh untuk tiba di Kabupaten Malinau, dengan rute Tanjung Selor - Tana Tidung dan berakhir di Malinau. Planningnya nanti setelah sampai di Tana Tidung, kami akan beristirahat sebentar untuk melepas lelah dan makan karena hanya di Tana Tidung, terdapat cukup banyak warung makan.

Sepanjang perjalanan dari Tj Selor menuju Tana Tidung kami disuguhi pemandangan hutan tropis dengan khas pohon Ulin (penduduk sekitar menyebutnya) merupakan pohon yang dilindungi oleh Pemerintah setempat karena pembalakan liar untuk pembukaan lahan sawit, sudah mengorbankan banyak pohon jenis Ulin ini. Terhampar juga perkebunan sawit milik pemerintah ataupun swasta.

Bicara kondisi jalan, ada beberapa yang mulus dan beberapa yang parah dengan kedalaman lubang hingga 50 cm, bahkan ada beberapa ruas jalan yang aspalnya hilang sama sekali karena tidak ada perawatan atau peningkatan.

Masuk Desa Pentian


Kondisi Jalan

Kondisi jalan

Peruntukan lahan sawit

Rumah adat Dayak Tidung

Rumah adat Dayak Tidung

Pohon Ulin diantara kebun milik warga


Pukul 13.00 kami tiba di Tana Tidung dan beristirahat makan dan shalat. Sejam kemudian kami melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan kurang lebih 2 jam dari tempat istirahat, Pak Darmawan mengajak kami untuk mengunjungi objek wisata Gunung Rian. Tapi jangan dikira objek wisata disana sama dengan objek wisata dikota2 besar atau provinsi yang sudah berkembang. Untuk masuk ke kawasan objek wisata, dari jalan utama ke objek wisata jalan sama sekali belum diaspal, untungnya waktu kesana cuaca cerah apabila pas hujan, mobil sekelas xenia tidak mungkin bisa masuk ke kawasan objek wisata. Cukup puas berfoto-foto dan refreshing di kawasan wisata, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Malinau dengan kecepatan berkisar 60-80 km/jam mengingat ada beberapa jalan yang rusak menemani perjalanan kami.

Akses jalan masuk kawasan wisata Gunung Rian

Akses jalan masuk kawasan wisata Gunung Rian

Objek wisata Gunung Rian

Setelah melakukan perjalanan darat yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya sampai di Kabupaten Malinau. Pukul 18.00 waktu setempat kami langsung mencari penginapan di tengah kota Malinau, pilihan jatuh pada Hotel Mahkota. Hanya bisa bercerita sedikit tentang Kabupaten Malinau, karena kami hanya tinggal semalam saja, kesan yang saya dapat di Kabupaten Malinau yaitu jalan-jalan protokol yang lebar dan sudah aspal hotmix, kalau dibandingkan akses jalan dengan Tj Selor lebih bagus Kab. Malinau.

Tujuan berikutnya akan saya tulis dilain kesempatan, selanjutnya perjalanan akan kami lanjutkan ke Ds Mensalong - Simpang 3 Apas - Semanggaris - Batas Negara (Serudong) hingga ke Sei Ular.





Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

2 komentar

  1. Bisa minta nomer kontak drivernya mas? tolong kirimkan ke email sy iqbalputra87@gmail.com

    BalasHapus
  2. Minta no hp drivernya boleh? Alamat email ys_suciati@yahoo.com. terima kasih

    BalasHapus

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Mochammad Iksan
Designed by Blog Thiet Ke
Posts RSSComments RSS
Back to top